Feb 13, 2010 0
sebuah esensi untuk bersyukur
Sabtu, 13 Februari 2010. Ternyata outbond dengan medan sungai cukup asyik. banyak banget yang dapat kita temui, pelajari, bahkan kita beri sebuah esensi. Kegiatan outbond yang diadain ama fortikom semarang ini memilih tempat di kawasan Kendal tepatnya di daerah wisata ngelimut. Awal nyampe sempat kepikir ternyata masih ada tho daerah yang kayak gini, aku pikir udah nggak di jawa. Hehehehehe.
Outbond kali ini ngambil konsep susur sungai alias menyusuri sungai. Perjalanannya cukup jauh tapi asyik, banyak pemandangan indah yang kita dapetin di pinggir-pinggir sungai. Pertama adalah hutan dan pohon-pohon (ya iyalah udah jelas itu), air terjun mini, macem-macem tanaman, jernihnya air. Dan banyak lagi deh.
Oh ya sebelum berangkat kesana sempet ujan lho dan asyiknya hujan turun pada saat suasana cukup cerah dan terik jadinya muncul pelangi. Jarang bangetkan kita nemuin pelangi yang jelas banget.
Lanjut ke topik, esensi atau kesimpulan apa ya yangkita dapet dari perjalanan ini, dari yang aku pikirin dan aku alami ada lima macam kesimpulan yang kita dapetin. Keterbukaan, kekeluargaan, individual, berfikir, dan bersyukur. Kita bedah satu-satu. Keterbukaan, bagaimana kita bisa menjadi kompak bersatu pikiran, saling mengerti dan dan memahami masing-masing karakter. Proses itu ada pada saat awal kita mulai. Yaitu saat kita harus mencari kelompok yang bulan lahirnya sama. Juga saat kita diminta berbaris sesuai urutan muda ketua. Kalau kita nggak terbuka gimana bisa tau dan bisa menyelesaikan problem tersebut.
Kedua adalah kekeluargaan, setiap tim haruslah bisa bersatu, bukan hanya satu kelompok tapi beda kelompokpun jugs harus bisa bersatu.saling membantu, menolong, mau ngalah, mau berbagi. Pokoknya seperti keluarga yang saling mengerti dan memahami. Proses ini ada di setiap perjalanan samapi selesai. Terutama saat susur sungai saat ada yang kesulita melewati bebatuan kita membantunya.
Ketiga adalah individual, setiap manusia pastilah tidak akan hanya menjadi makhluk sosial tapi juga menjadi makhluk individu. Yaitu bagaiman kita harus bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dengan cara kita sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Proses ini sangat jelas ada pada susur sungai, bagaimana kita sendiri harus bisa melewati arus sungai dan bebatuan licin agar bisa samapi garis akhir.
Keempat adalah berfikir, sedikit permainan yang dilakukan dalam perjalanan out bond ini, yaitu menata dan merubah batangan bambu menjadi bentuk yang diperintahkan. Tentu membutuhkan pemikiran dan konsep yang tidak pada satu arah, sehingga kita dapat menyelesaiakan persoalan tersebut.
Kelima atau yang terakhir adalah bersyukur, kenapa bersyukur, karena manusia udah seharusnya bersyukur, kita masih bisa diberikan kemudahan dalam melaksanakan sesuatu. Coba kita pikirkan untuk menuju garis akhir dari outbond ada jalan yang sangat mudah untuk ditempuh, baik jalan ato naik kendaraan. Jalan beraspal dan tidak terlalu jauh dari start. Tapi kenapa kita harus menyusuri sungai ? lewat pinggir jurang, keliling-keliling hutan. Tentu agar kita bisa bersyukur karena begitu mudahnya kita menjalankan sesuatu. Tapi kemudahan itu akan lebih terasa saat kita di tunjukkan kesulitan, “Oww ternyata apa yangkita dapetin dan kita jalanan masih terbilang mudah. Masih banyak yang harus orang lain jalani untuk mendapat sesuatu yang sama seperti yang kita dapatkan dengan mudah”. (bukannya sebelumnya mikir kalo milih lewat sungai karna kuran kerjaan dan suka yang aneh-aneh ?, wkwkwk).
Dari lima kesimpulan yang kita dapet tentu udah pasti jadi bahan untuk kita bisa lebih baik. Seperti kata orang bijak, manusia terlahir bukan untuk menunjukkan kekurangan atau keburukannya, tetapi terlahir untuk mengubah kekurangan atau keburukan itu menjadi kebaikan dan kelebihan. Selain itu kita nggak hanya dituntut untuk mementingkan ego dan individu kita sendiri tapi ada yang lebih besar dari itu, kekeluargaan dan kekompakan dalam sebuah hidup sosial. Juga saatnya kita terbuka mau ngomong yang nurutk kalian kurang baik.(tentu dengan cara yang baik dan sopan). Satu lagi, udah bersyukur blom dengan kekurangan dan kelebihan kita ?. inget kebesaran hati adalah awal dari kesuksesan dan kebesaran hati terlahir bukan dari menerima kenyataan yang pahit atau burutk, tetapi terlahir dari proses kita mengubah kenyataan itu menjadi sebuah kenyataan yang indah. Oke deh moga bisa jadi inspirasi buat kita.
Yang Suka Komentar