Keliling Kota

Icon

menulis apa yang dilihat, melihat apa yang ditulis….

Dan Saya pun Semakin Mengerti

mungkin benar apa yang di katakan teman saya beberapa hari yang lalu yang mengatakan “mungkin kamu kurang berterima kasih, atau mungkin kamu punya salah sama mereka”.

ada beberapa hal yang membuat saya memilih untuk sendiri.  sendiri disini bukan karena mandiri, tetapi karena saya merasa lingkungan sekitar saya berubah dengan cepat. dan perubahan itu selalu saya rasakan secara tiba-tiba. bentuk perubahannya pun bermacam-macam. ada yang berubah secara psikologis, seperti perubahan karakter, sifat, dan sudut pandang terhadap suatu hal. ada yang berubah dari pola pikirnya, ada juga yang berubah dalam menghadapi suatu hal.

saya bukanlah orang yang dengan cepat menerima perubahan-perubahan yang terjadi seperti itu. ketika saya memposisikan diri menjadi seorang yang netral, karena perobahan lingkungan yang saya katakan tadi, posisi saya pun menjadi berubah memihak pada satu sudut. begitu seterusnya. lantas, apa yang terjadi sebenarnya ??

seorang teman saya berpendapat bahwa ini adalah fase dimana kita mulai bosan dengan lingkungan yang sebenarnya statis. sifat dan karakter yang berbeda dan mulai kita sadari bahwa karakter dan sifat lingkungan sekitar kita adalah karakter  atau sifat yang sebenarnya.

berbicara karakter, saya pun beranggapan sama dengan teman2 saya. bahwa karakter itu bukanlah hal yang mudah untuk diubah. sifat dan psikologis itu tumbuh dan berkembang dari dalam diri. bahkan sifat dan karanter sayapun masih sering berubah.

dan perubahan yang bersamaan itulah yang menyebabkan rasa ingin sendiri, bosan, atau mencari lingkungan baru. solusi yang bisa kita lakukan adalah mencoba untuk emncari suasana baru untuk sesaat. luapkan segala pikiran itu pada satu hal yang membuat kita senang. jika sudah, coba untuk memandang hal yang baru. kita bisa menemukannya. dengan demikian, rasa bosan, atau ingin sendiri tersebut akan sedikit teratasi.

mengapa sedikit ??. sifat bosan sudah menjadi bawaan dalam diri kita. tentu kebosanan tersebut akan muncul kembali dikala kita menerima perubahan yang statis.

solusi lain adalah mencoba untuk berterima kasih. dan juga meminta maaf. saya menemukan rasa yang berbeda ketika saya mengucapkan terima kasih kepada orang lain. bukankah terima kasih akan sangat berharga untuk orang lain. terlebih ucapan itu atas perbuatan yang orang lain lakukan untuk kita. sebuah penghargaan untuk mereka. begitu juga dengan kita, kata terma kasih membuat hati kita lega. juga maaf, menjadi bagian terpenting dalam kehidupan kita. meminta maaf adalah poin yang menjadikan kita lega atas apa yang kita perbuat. dan pernuatan itu dianggap salah.

inilah kita, inilah lingkungan kita, yang menuntut untuk peka dan mencoba untuk diam selama lingkungan itu tidak meminta kita berbuat.

Category: Uncategorized

Tagged:

Leave a Reply

Secangkir Kopi Anget

alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama, blog saya hilang tanpa jejak, akhirnya saya memperbarui domain dan hosting (walau masih gratis), dengan konsep dan tema yang sedikit berbeda. disini bakal banyak, cerita, tutorial, curhat, obrolan nggak jelas, dan berbagai posting lainnya.

Twat-Twit