Aug 8, 2010
POSESIF….
Adalah rasa takut kehilangan dan rasa memiliki yang berlebihan terhadap pasangan.
Jika kita adalah orang yang posesif, kita akan menuntut pasangan kita untuk selalu memberitahukan keberadaannya. Kita akan mengharuskannya meminta izin terlebih dahulu sebelum ia memotong rambutnya dan sudah tentu, kita akan marah bila model rambutnya ternyata berlainan dengan model yang kita setujui. Kita mewajibkannya untuk tunduk dan memberi pengakuan bahwa kita adalah orang yang paling penting dalam hidupnya. Kita haus akan pengabdiannya dan segala sesuatu yang ia berikan kepada kita.
Jika kita adalah orang yang posesif, kita akan menolak bila dijuluki posesif. Kita lebih suka disebut peduli atau sayang. Kita berlogika, jika tidak sayang, sudah tentu kita tidak akan terlibat dalam kehidupannya, apalagi mencampuri urusannya. Permintaan- permintaan kita adalah wujud kasih kepadanya dan seharusnyalah ia menghargai kepedulian yang besar itu.
Sepengetahuan saya, posesif terlahir karena masa lalu. Banyak sekali pemicu sikap posesif. Pengalaman mempunyai seorang pacar yang posesif membuat kita menjadi seorang posesif juga bisa terjadi. bahkan kebanyakan dari teman-teman saya yang posesif berawal dari sikap diposesifin pacarnya yang dulu. Kedua adalah kecintaan yang berlebihan. Rasa ingin memiliki yang berlebihan membuat seseorang menjadi seorang yang posesif. Ingat, rasa memiliki yang berlebihan. Yang pada akhirnya menciptakan rasa takut untuk kehilangan. Seperti lirik lagu letto kehilangan.
Rasa kehilangan hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya.
So, bagaimana sob, semua itu milik tuhan. Jangan pernah kita merasa memiliknya, karna kita tidak berhak memiliki.
Dari beberapa referensi, saya menemukan posesif berasal dari 3 hal yaitu
Kelewat Sayang
Arti posesif sendiri adalah suatu perasaan ingin memiliki dan menguasai pasangan secara berlebihan, tingkat cemburu paling atas.
Pengalaman Masa Lalu
Sikap ini bisa tumbuh dengan sendirinya karena pengalaman cinta masa lalu yang buruk akibat pernah diselingkuhi atau dikhianati pasangan; sehingga dia tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali. Wujudnya bisa berupa mengancam pasangan dan melakukan tindak kekerasan, atau malah sebaliknya yaitu mengancam akan bunuh diri jika kemauannya tidak diikuti.
Tidak Percaya Diri
Orang-orang yang posesif seringkali menyimpan perasaan tidak yakin akan diri sendiri, rendah diri, tidak percaya diri dan merasa susah untuk mendapatkan pasangan. Ketika akhirnya dia mendapatkan pacar, maka akan cenderung melindunginya secara berlebihan.
Ciri-ciri terjangkit penyakit posesif
Jika HP kamu seringkali berdering tiada henti karena pasangan yang menelepon hanya untuk menanyakan “Lagi ngapain?”, “Lagi dimana?”, “sama siapa aja?”, “ada cowok/cewek ga disana?”. Atau melarang keras untuk berinteraksi dengan lawan jenis baik itu sekedar mengobrol, tersenyum, basa-basi apalagi kalau kedapatan SMS-an. Daftar nomor telepon di handphone pun seringkali tak luput darinya, jika terdapat nama yang tidak dikenali maka pertanyaan bertubi-tubi segera meluncur. Bukan tidak mungkin terjadi bila pacar kamu langsung melabrak setiap teman lawan jenis-mu.
Solusi
Sebenarnya cukup wajar jika posesif masih dalam tahap normal sebagai wujud rasa cinta yang berlebihan dan takut kehilangan. Namun jika berawal pada intimidasi, menampar, memukul, menjambak sebaiknya kamu segera memutuskan hubungan sebelum terlambat dan menjadi parah.
Tapi namanya juga cinta, dipaksa putus malah nyambung lagi. Apa jadinya jika kamu tidak tega memutuskan pasangan? Kalau begitu, mau tidak mau kamu harus mengikuti tips berikut:
- Jangan pernah mengungkit kejadian masa lalu tentang kamu dan mantan, apapun itu.
- Berikan perhatian yang luar biasa kepada pasangan. Laporkan lokasi, keadaan dan situasi dimanapun kamu berada (mungkin kedengarannya seperti polisi). Laporan yang terus ter-update akan mengurangi perasaan curiga dan pasangan merasa kamu berada di tempat yang aman.
- Jika pasangan sedang marah, lebih baik diam seribu bahasa. Jangan pernah menyanggahnya.
- Kumpulkan kesabaran yang lebih untuk memberikan pengertian kepadanya jika kamu terpaksa harus berinteraksi dengan lawan jenis.
- Jika memungkinkan, ajaklah pasangan untuk berkonsultasi dengan psikiater. Mungkin cara ini akan sedikit susah, salah-salah malah doi akan marah besar karena menganggap kamu sudah menganggapnya gila. Jadi berhati-hatilah.
- Jika tips diatas masih tidak berhasil juga, sepertinya ini saatnya mengatakan kata putus. Toh menjadi jomblo bukanlah kutukan setan. “Bila ku mati.. kau juga mati”
Thinking comes more easily if you have something to say.
Sent from my iPad 4G
trying to follow you on twitter but cant find your name
@aliyyil. thanks for your comment.
ok how is this supposedto mean?
i don’t know what you mean ???
siipz, thaks for your coming